Rabu, 24 September 2014

ALON-ALON ASAL KELAKON




Alon-alon asal kelakon, wejangan ini tidak asing ditelinga masyarakat Indonesia dari berbagai suku apapun, walaupun sebenarnya kalimat ini berasal dari jawa yang artinya “Pelan-pelan asal selamat” yang dalam arti lain,dalam melakukan apapun kita harus berhati-hati, tidak terburu-buru asalkan tepat  dan membuahkan hasil yang baik atau positif.

Apapun yang difikirkan secara matang akan memperkecil kemungkinan salahnya, termasuk dalam memilih jodoh, mungkin sekian banyak wanita  diatas umur 25 tahun akan mulai berfikir untuk menikah termasuk saya tapi inipun yang bisa menjadi boomerang jika tidak difikirkan dengan matang, saya mempunyai teman  sebut saja A, A  merasa sudah tua padahal usianya saat itu masih 23 tahun, hanya karena teman-teman di lingkunganya sudah menikah, dia memutuskan untuk menikah dengan seorang pria yang mengajaknya menikah, padahal selama masa pacaran dia sudah mengetahui keburukan kekasihnya  nyaitu mempunyai hoby meminum minuman keras.

Setelah mereka menikah berbagai masalah timbul, yang paling mencolok adalah teman saya A jarang diberi nafkah, karena penghasilan suaminya dihabiskan untuk membeli minum minuman keras, A membanting tulang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup ia dan anaknya, akhirnya A meminta bantuan saya membuat surat gugatan cerai untuk diajukan ke pengadilan, saat itu saya mengetahui semua alasan keinginan perceraiannya tersebut, dan dari situ saya belajar pengalaman A, bisa saya jadikan acuan untuk berhati-hati dalam memilih jodoh, tidak perlu tergesa-gesa karena umur, omongan orang lain, tergesa-gesa tidak pernah membuahkan hasil yang baik, apalagi ini masalah pernikahan yang sakral. Pilihlah jodohmu,dari segi agamanya yang baik, pekerjaanya yang baik dan budi pekerti yang baik.Tidak perlu takut tidak kebagian jodoh karena setiap manusia dilahirkan berjodoh dan dengan diberi waktu yang lama, berarti tuhan memberikan waktu lagi untuk kita memperbaiki diri menjadi lebih baik, karena seorang yang baik akan bertemu yang baik pula.

Nah itu dalam segi memilih jodoh, Alon-alon asal kelakon juga sangat berlaku dikeseharian kita, Pada pagi itu ketika saya ingin berangkat kekantor dengan mimi alias Motor saya, karena takut terlambat masuk kantor saya cepat-cepat mengeluarkan motor saya dari dalam rumah, ibu saya yang melihat tingkah laku saya yang tergesa-gesa mengatakan “Norma Alon-alon asal kelakon naik motornya!”, saya yang merasa sudah telat mencium tangan ibu saya, bertanda pamitan berangkat kerja dan mengabaikan apa yang disampaikanya itu. Saya langsung melajukan motor saya dengan kencang, wuis……bagai valentino rossi .

Serosot………Gubrak! Saya terpleset dan jatuh didepan perternakan babi  tidak jauh dari rumah saya, memang saat itu keadaan jalanan licin terkena tanah liat dari mobil truk yang berceceran dijalan,dan becek sisa air hujan semalam, seragam saya kotor penuh tanah liat, kaki saya juga sempat tertindih motor saya, sakit sekali.Saya tetap melanjutkan perjalanan menuju kantor sesampai  dikantor saya telat dengan baju seragam kotor, dan motor yang lecet. Benar wejangan ibu saya, lebih baik saya pelan –pelan, jika saya pelan-pelan setidaknya walau saya telat datang kekantor, saya tidak perlu terluka , motor saya tidak lecet, baju seragam saya tidak kotor dan tidak perlu lama-lama mencium bau semerbak yang kurang sedap didepan perternakan babi itu :( .

Alon-alon asal kelakon akan memperkecil kesalahan yang kita buat dalam kehidupan ini, baik dalam memutuskan suatu permasalahan atau melakukan suatu pekerjaan.

“Tulisan ini disertakan dalam kontes GA Sadar Hati – Bahasa Daerah Harus Diminati”

 http://tenteraverbisa.wordpress.com/2014/08/22/kontes-sadar-hati-berhadiah-tablet-pc/


                                                                                                                                            NDP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar